Fakta dan Wawasan Burung
Burung hama hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna, tetapi mereka memiliki ciri-ciri umum yang membuat mereka menjadi perhatian di area perkotaan, perumahan, dan komersial. Banyak spesies burung hama memiliki kemampuan beradaptasi yang kuat, yang memungkinkan mereka berkembang biak di berbagai lingkungan, mulai dari atap kota hingga ladang pertanian. Mereka sering bersarang di area terlindung seperti tepian bangunan, ventilasi, dan kanopi pohon, terkadang menyebabkan kerusakan struktural. Beberapa spesies bepergian dalam kawanan besar, menciptakan gangguan kebisingan dan meninggalkan kotoran yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Memahami perilaku dan kebiasaan bersarang mereka adalah kunci untuk pengelolaan dan pencegahan burung yang efektif.
Jenis Burung


Burung Gereja Eurasia
Passer montanus


Burung Merpati
Columba livia domestica


Burung Merpati Hijau
Treron vernans


Burung Pipit
Passer domesticus
Deskripsi Fisik: Dengan panjang sekitar 12,5–14 cm, burung pipit pohon Eurasia memiliki mahkota dan tengkuk berwarna kastanye yang lebat, dengan bercak hitam khas di setiap pipinya yang berwarna putih bersih. Kedua jenis kelamin memiliki bulu yang sama, dan burung muda tampak lebih kusam dari burung dewasa.
Ciri-ciri Khusus: Burung pipit ini sangat mudah beradaptasi, sering bersarang di rongga alami, celah bangunan, atau sarang burung besar yang sudah tidak digunakan lagi. Mereka terutama memakan biji-bijian tetapi memakan invertebrata selama musim kawin.
Pencegahan:
Tutup rapat tempat bersarang yang potensial di bangunan dan struktur untuk mencegah tempat tinggal.
Singkirkan sumber makanan yang mudah diakses dengan mengamankan tempat sampah dan menghindari tempat makan burung yang menarik burung pipit.
Penanganan Profesional:
Terapkan tindakan pencegahan burung seperti jaring atau paku untuk mencegah hinggap dan bersarang di properti.
Dalam kasus infestasi yang signifikan, profesional dapat menggunakan perangkap atau metode manusiawi lainnya untuk mengurangi jumlah burung pipit.
Deskripsi Fisik: Merpati Batu adalah burung berukuran sedang, biasanya panjangnya 30–35 cm, dengan lebar sayap 60–70 cm. Bulunya bervariasi, tetapi umumnya berwarna abu-abu kebiruan dengan dua garis sayap hitam dan bulu berwarna-warni di leher dan dada.
Ciri-ciri Khusus: Dikenal karena kemampuan terbangnya yang kuat, Merpati Batu telah dijinakkan selama berabad-abad. Di lingkungan perkotaan, mereka dapat menjadi pengganggu karena kotoran dan kebiasaan bersarangnya.
Pencegahan:
Hilangkan tempat makan, minum, bertengger, dan bersarang dengan memodifikasi struktur agar tidak terlalu menarik bagi merpati.
Gunakan jaring burung, paku, atau alat pencegah lainnya untuk mencegah merpati memasuki area bertengger dan bersarang.
Penanganan Profesional:
Profesional dapat menerapkan kombinasi modifikasi habitat, teknik pengusiran, dan, jika perlu, tindakan pengendalian populasi untuk mengelola serangan merpati secara efektif.
Deskripsi Fisik: Spesies ini menunjukkan dimorfisme seksual. Merpati jantan memiliki leher berwarna merah muda, kepala berwarna abu-abu, dan dada berwarna oranye, sedangkan merpati betina sebagian besar berwarna hijau, yang membantu kamuflase. Kedua jenis kelamin memiliki tubuh ramping dan berukuran panjang sekitar 25–30 cm.
Ciri-ciri Khusus: Berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, merpati ini merupakan burung pemakan buah, terutama buah-buahan. Mereka arboreal dan lebih menyukai habitat hutan, tetapi dapat beradaptasi dengan taman dan kebun kota.
Pencegahan:
Pelihara pohon dan semak untuk mencegah bersarang di dekat tempat tinggal manusia jika kehadiran mereka tidak diinginkan.
Hindari menanam pohon penghasil buah di dekat area pemukiman untuk mengurangi daya tarik.
Penanganan Profesional:
Gunakan pencegah visual atau pendengaran untuk mencegah merpati ini menetap di area tertentu.
Mintalah saran dari pakar satwa liar untuk menerapkan metode non-invasif yang menyeimbangkan kepentingan manusia dengan pertimbangan ekologi.
Deskripsi Fisik: Burung pipit adalah burung kecil, panjangnya sekitar 14–16 cm. Burung jantan memiliki kepala abu-abu, pipi putih, celemek hitam, dan leher kemerahan, sementara burung betina dan burung muda memiliki warna cokelat dan abu-abu yang lebih kalem.
Ciri-ciri Khusus: Sangat sosial dan mudah beradaptasi, burung pipit rumah berkembang biak di lingkungan perkotaan dan pedesaan. Mereka dikenal menggantikan spesies burung asli dan dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan bangunan.
Pencegahan:
Rancang bangunan untuk menghilangkan tempat bertengger dan bersarang, seperti memasang jaring burung plastik atau kabel listrik untuk melindungi tanaman bernilai tinggi.
Buang sisa makanan dan amankan sampah untuk mengurangi atraktan.
Penanganan Profesional:
Profesional dapat memasang penghalang atau menggunakan pengusir nyamuk untuk mencegah bersarang dan bertengger.
Dalam kasus yang parah, tindakan pengendalian seperti perangkap dapat dilakukan, dengan mematuhi peraturan satwa liar setempat.
Mitra Terpercaya Anda untuk
Solusi Pengendalian Hama yang Efektif

