Fakta dan Wawasan Laba-laba

Laba-laba adalah arakhnida umum yang ditemukan di rumah, gudang, dan fasilitas industri, termasuk pabrik makanan. Meskipun sebagian besar laba-laba tidak berbahaya dan bahkan bermanfaat dalam mengendalikan populasi serangga, beberapa spesies dapat menjadi pengganggu atau menimbulkan risiko kesehatan karena gigitannya yang berbisa. Jaringnya dapat menimbulkan kekacauan yang tidak sedap dipandang dan memengaruhi standar kebersihan di lingkungan komersial. Dalam industri yang sensitif seperti produksi makanan, keberadaan laba-laba dan jaringnya dapat menimbulkan masalah kontaminasi. Pustaka hama kami memberikan wawasan tentang spesies laba-laba umum, metode pencegahan, dan solusi pengendalian hama ahli untuk menjaga fasilitas tetap bersih dan patuh..

Jenis Laba-laba

Laba-laba Rumah

Parasteatoda tepidariorum

Laba-laba Harvestman

Opiliones

Laba-laba Serigala

Lycosidae

Deskripsi Fisik: Laba-laba kecil ini memiliki perut bundar dan biasanya berwarna kecokelatan atau keabu-abuan dengan tanda chevron yang lebih gelap.

Ciri-ciri Khusus: Mereka sering membangun jaring yang kusut di area bangunan yang terpencil.​

Deskripsi Fisik: Dikenal karena tubuhnya yang kecil dan lonjong serta kakinya yang sangat panjang dan ramping.

Ciri-ciri Khusus: Laba-laba harvestmen sering disangka laba-laba, tetapi tidak memiliki kelenjar racun dan produksi sutra. Laba-laba ini tidak berbahaya bagi manusia.

Deskripsi Fisik: Mereka biasanya berwarna cokelat atau abu-abu dengan tanda-tanda yang khas dan tidak membuat jaring, lebih suka memburu mangsanya di tanah.

Ciri-ciri Khusus: Laba-laba serigala adalah pemburu yang kuat dan lincah dengan penglihatan yang sangat baik.

Pencegahan

  • Pembersihan Rutin: Pembersihan area penyimpanan dan produksi secara teratur dan menyeluruh, terutama sudut dan ruang tersembunyi, untuk menghilangkan dan mencegah sarang laba-laba.

  • Menutup Titik Masuk: Periksa dan tutup celah, celah, dan bukaan di dinding, pintu, dan jendela untuk mencegah laba-laba memasuki fasilitas.

  • Pengendalian Hama: Terapkan tindakan untuk mengendalikan populasi serangga, karena serangga tersebut menjadi mangsa laba-laba. Mengurangi ketersediaan sumber makanan secara alami dapat membatasi keberadaan laba-laba.

Perawatan Profesional

  • Pengelolaan Hama Terpadu (IPM): Terapkan pendekatan komprehensif yang mencakup inspeksi rutin, pemantauan, dan perawatan yang ditargetkan untuk mengelola dan mencegah serangan laba-laba secara efektif. ​

  • Teknik Pengusiran: Manfaatkan penghalang fisik dan modifikasi lingkungan untuk membuat fasilitas kurang menarik bagi laba-laba dan hama lainnya. ​

  • Pengendalian Kimia: Bila perlu, gunakan pestisida yang sesuai dengan peraturan keselamatan untuk menghilangkan populasi laba-laba yang ada.

Deskripsi Fisik: Tarantula (Theraphosidae) adalah laba-laba besar berbulu dengan tubuh yang kuat dan kaki yang tebal, dengan panjang tubuh berkisar antara 5 hingga 12 cm dan rentang kaki hingga 30 cm. Warnanya bervariasi dari cokelat dan hitam hingga biru atau merah terang.

Ciri-ciri Khusus: Meskipun gigitannya biasanya tidak berbahaya bagi manusia, gigitannya dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Tarantula umumnya aktif di malam hari dan suka menyendiri.

Tarantula

Theraphosidae

Laba-laba Pemburu Pantropis

Heteropoda venatoria

Deskripsi Fisik: Dikenal juga sebagai laba-laba kepiting raksasa, spesies ini memiliki tubuh pipih dan rentang kakinya dapat mencapai 12 sentimeter.

Ciri-ciri Khusus: Mereka adalah pemburu nokturnal yang bergerak cepat dan umum ditemukan di daerah beriklim hangat dan terkadang di dalam kontainer pengiriman, sehingga menyebabkan penyebarannya.