Fakta dan Wawasan Hama Pengerat
Burung hama hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, dan warna, tetapi mereka memiliki ciri-ciri umum yang membuat mereka menjadi perhatian di area perkotaan, perumahan, dan komersial. Banyak spesies burung hama memiliki kemampuan beradaptasi yang kuat, yang memungkinkan mereka berkembang biak di berbagai lingkungan, mulai dari atap kota hingga ladang pertanian. Mereka sering bersarang di area terlindung seperti tepian bangunan, ventilasi, dan kanopi pohon, terkadang menyebabkan kerusakan struktural. Beberapa spesies bepergian dalam kawanan besar, menciptakan gangguan kebisingan dan meninggalkan kotoran yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Memahami perilaku dan kebiasaan bersarang mereka adalah kunci untuk pengelolaan dan pencegahan burung yang efektif.
Jenis Hama Pengerat


Tikus Atap
Rattus rattus


Tikus Got/ Tikus Norwegia
Rattus norvegicus


Tikus Lapangan
Apodemus spp.


Tikus Rumah
Mus musculus
Tikus Sawah
Rattus argentiventer


Deskripsi Fisik: Tikus atap adalah hewan pengerat berukuran sedang, biasanya berbobot antara 70 dan 300 gram, dengan panjang tubuh 16 hingga 22 cm dan ekor lebih panjang dari tubuh. Mereka memiliki telinga yang relatif besar dan moncong yang runcing. Bulunya halus dan warnanya bisa bervariasi, sering kali cokelat tua hingga hitam.
Ciri-ciri Khusus: Dikenal karena kelincahannya, tikus atap adalah pemanjat yang hebat dan sering kali menghuni daerah yang tinggi seperti loteng, atap, dan pohon. Mereka aktif di malam hari dan memakan buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan serangga.
Pencegahan:
Tutup celah dan bukaan di atap, dinding, dan fondasi untuk mencegah akses.
Simpan makanan dalam wadah tertutup dan segera bersihkan tumpahan.
Pangkas cabang pohon dan semak agar tidak mengenai bangunan untuk mengurangi titik akses.
Penanganan Profesional:
Penggunaan perangkap jepret atau perangkap hidup di area dengan aktivitas tinggi.
Penggunaan rodentisida oleh profesional berlisensi, dengan mengikuti panduan keselamatan.
Menerapkan solusi jangka panjang untuk menutup titik masuk dan mengurangi atraktan.
Deskripsi Fisik: Tikus Norwegia adalah hewan pengerat yang lebih besar, dengan berat sekitar 300 gram, dengan panjang tubuh hingga 25 cm dan ekor yang lebih pendek. Mereka memiliki tubuh yang berat dan tebal, moncong tumpul, dan telinga kecil yang rapat dengan rambut berwarna gelap. Bulu mereka kasar, biasanya berwarna cokelat dengan corak hitam.
Ciri-ciri Khusus: Tikus ini adalah penggali, sering ditemukan di ruang bawah tanah, ruang sempit, dan selokan. Mereka adalah omnivora, memakan berbagai jenis makanan, dan dikenal sebagai pembawa berbagai penyakit.
Pencegahan:
Jaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah dengan benar dan menyingkirkan kekacauan.
Perbaiki kasa, ventilasi, dan retakan yang rusak pada fondasi bangunan.
Bersihkan tumpukan kayu, sampah, dan material lain yang dapat berfungsi sebagai tempat bersarang.
Penanganan Profesional:
Pengendalian Hama Terpadu (IPM): Menggabungkan metode sanitasi, pengusiran, dan pengendalian populasi.
Rodentisida: Aplikasi yang cermat oleh para profesional untuk meminimalkan risiko terhadap spesies yang bukan target.
Pemantauan: Inspeksi rutin untuk mendeteksi dan menangani infestasi sejak dini.
Deskripsi Fisik: Tikus lapangan adalah hewan pengerat kecil dengan panjang tubuh berkisar antara 7 hingga 10 cm dan ekor dengan panjang yang sama. Mereka memiliki mata besar, telinga menonjol, dan bulu yang biasanya berwarna cokelat atau abu-abu dengan bagian bawah yang lebih terang.
Ciri-ciri Khusus: Tikus ini terutama ditemukan di ladang, hutan, dan padang rumput, tetapi dapat memasuki rumah untuk mencari makanan dan tempat berteduh. Mereka adalah pemanjat yang lincah dan dapat berkembang biak dengan cepat dalam kondisi yang mendukung.
Pencegahan:
Pangkas rumput dan tanaman di dekat bangunan.
Simpan makanan hewan peliharaan dan biji-bijian burung dalam wadah anti-tikus.
Tutup celah di sekitar pintu, jendela, dan saluran utilitas.
Penanganan Profesional:
Penempatan perangkap di area yang terlihat ada aktivitas.
Mengidentifikasi dan menutup titik masuk untuk mencegah serangan ulang.
Rekomendasi untuk mengubah lanskap dan mengurangi atraktan.
Deskripsi Fisik: Tikus sawah berukuran sedang, dengan panjang tubuh berkisar antara 304 hingga 400 mm dan panjang ekor 140 hingga 200 mm. Bulu punggung berwarna kuning kecokelatan dan hitam, sedangkan sisi perut berwarna keabu-abuan di sepanjang garis tengah dengan sisi yang lebih putih. Ekor berwarna cokelat sedang secara merata dan memiliki gigi seri seperti pahat.
Ciri-ciri Khusus: Tikus sawah adalah hewan omnivora, memakan rayap, serangga, belalang, siput, biji-bijian, kacang-kacangan, beras, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Mereka aktif di malam hari dan bersosialisasi, hidup dalam kelompok besar dengan jantan dominan dan betina berpangkat tinggi. Saat terancam, mereka mengeluarkan jeritan dan siulan. Betina memiliki masa kehamilan sekitar tiga minggu, melahirkan 5 hingga 10 anak.
Pencegahan:
Pengelolaan Habitat: Bersihkan vegetasi dan puing-puing di sekitar ladang secara teratur untuk mengurangi tempat bersarang.
Kebersihan Ladang: Buang sisa tanaman dan jaga kebersihan untuk menghilangkan sumber makanan.
Penghalang Fisik: Pasang penghalang anti-tikus di sekitar fasilitas penyimpanan dan ladang.
Penanganan Profesional:
Pengendalian Hama Terpadu (PHT): Menggabungkan modifikasi habitat, perangkap, dan, jika perlu, penggunaan rodentisida.
Penempatan perangkap yang strategis di area dengan aktivitas tikus yang tinggi.
Aplikasi rodentisida harus dilakukan oleh profesional berlisensi untuk memastikan keamanan dan efektivitas.
Deskripsi Fisik: Tikus rumah adalah hewan pengerat kecil, dengan berat sekitar 15 gram, dengan panjang tubuh 7 hingga 9 cm dan ekor dengan panjang yang sama. Mereka memiliki tubuh berwarna cokelat muda atau abu-abu dengan sedikit bayangan dan ekor gelap. Telinga mereka besar dengan sedikit rambut, dan mereka memiliki moncong yang runcing.
Ciri-ciri Khusus: Tikus rumah sangat mudah beradaptasi dan dapat hidup di berbagai lingkungan, sering kali bersarang di dalam bangunan manusia. Mereka dikenal karena perkembangbiakannya yang cepat dan dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan dengan menggerogoti dan mencemari sumber makanan.
Pencegahan:
Simpan makanan dalam wadah kedap udara dan segera bersihkan remah-remah dan tumpahan.
Tutup retakan dan lubang di dinding, lantai, dan fondasi.
Singkirkan tumpukan kertas, kotak, dan bahan lain yang dapat berfungsi sebagai tempat bersarang.
Penanganan Profesional:
Penggunaan stasiun umpan yang tahan rusak untuk mengendalikan populasi.
Penempatan perangkap yang strategis di area dengan aktivitas tinggi.
Pemantauan dan perawatan rutin untuk memastikan pengendalian jangka panjang.
Mitra Terpercaya Anda untuk
Solusi Pengendalian Hama yang Efektif

